Cerita "Bocah 13 tahun Menantang Hidup"


Setiap hari sepulang sekolah pukul 13.3 0 WIB, Ali Ma'un (13 tahun), bocah asal Dusun Becok, Kecamatan Merakurak, Tuban, Jawa Timur, tak pernah punya cukup waktu untuk bermain. Selepas mengganti baju seragam, kalau ada sisa makanan, dia langsung makan siang. Jika tak ada sisa makanan, dia langsung memanggul linggis dan ganco (cangkul kecil) di pundak kirinya.

Tangan kanannya menjinjing karung berisi peralatan seperti tatah, gergaji, dan peralatan besi lainya. Dengan kaki telanjang disertai beban seberat 12,5 kg, Ma'un menyusuri perbukitan gersang sejauh 5 km dari tempat tinggalnya menuju Dusun Karangrejo, lokasi bukit kapur milik PT Perhutani.

Bekas galian batu kapur yang memantulkan sinar menyilaukan mata dan membakar kulit tak mengendurkan semangatnya. Debu yang bertebaran diterjang angin sudah akrab dengan dua lubang hidungnya. Dia terus giat menggergaji bongkahan batu kapur untuk dijadikan bata kumbung (batu bata yang terbuat dari bangkahan batu kapur). Meski semangatnya membara, Ma'un hanyalah anak yang masih bau kencur. Setiap dua pekan dia hanya mampu membuat 150 bata kumbung dan dijualnya kepada bandar seharga Rp 200/bata. Artinya, setiap dua pekan dia bisa mendapatkan uang Rp 30 ribu.

Dia baru berhenti memeras keringatnya setelah adzan Maghrib berkumandang. Pekerjaan berat ini ditekuninya sejak kelas 2 SD. Risiko kecelakaan yang senantiasa menghantui, tak membuatnya surut. Di wilayah batu kapur tersebut kerap terjadi kecelakaan dan sudah puluhan nyawa melayang akibat longsoran bekas galian yang dibiarkan menganga. "Bahayanya kalau musim hujan tiba, terowongan bekas galian mudah patah, padahal di bawahnya ada kegiatan memotong batu," ungkap murid kelas dua SMP Nurul Huda, Tuban, itu.
Memang baginya hidup adalah pilihan. Sedep, ibu angkat yang merawat dan membesarkan Ma'un, kini mulai sakit-sakitan. Perempuan berusia senja itu tak sanggup lagi berpanas-panas menjadi buruh tani di ladang gersang di perbukitan kapur milik tetangganya. "Kasihan simbok (ibu), dia sudah membesarkanku. Aku khawatir simbok sakit, nanti aku tak punya siapa-siapa lagi. Aku tidak memilih risiko tapi ini adalah hidup yang harus aku jalani," tutur Ma'un.

Menurut dia, ibu angkatnya itu memang sudah lemah. Jangankan bekerja, untuk memasak pun sudah cukup berat untuk dilakukan Sedep. Sejak ibu angkatnya sakit-sakitan, kegiatan rutin Ma'un setiap selepas adzan Subuh adalah menyiapkan makanan ibu angkatnya itu, dan sekalian menyiapkan sarapan pagi sebelum berangkat sekolah. Tak hanya itu, dia juga mencucikan baju ibu angkatnya itu. Ma'un mengaku pernah melihat ibu angkatnya itu jatuh di dekat perapian saat hendak menanak nasi. Sejak itulah, dia tidak tega melihat ibu angkatnya bersusah payah menyiapkan makanan.

Hidup tanpa orang tua kandung sudah diketahui sejak dirinya berumur 5 tahun. Cerita tersebut ia dapatkan dari Mbok Sedep. Bahkan duka dan deritanya saat masih di kandungan ibunya hingga masa kelahiranya sudah diketahui seluruh warga Dusun Becok. Sejak bayi dia sudah ikut Mbok Sedep. Karena itu, dia sudah menganggap ibu angkatnya itu sebagai ibu sendiri.

Lantaran curahan kasih Mbok Sedep, Ma'un bisa selamat dan hidup normal tanpa harus kekurangan gizi, meski dirinya kecewa dengan kedua orang tuanya karena belum pernah menemuinya. Ma'un juga tak tahu ke mana rimbanya orang tua yang telah melahirkannya itu.
"Setelah aku lahir, belum genap lima hari, ibuku sudah pergi entah ke mana, sampai sekarang aku hanya hidup berdua dengan simbok. Menurut simbok ibu kandungku sekarang di Flores, namanya Cholisah. Kalau bapak aku nggak tahu sama sekali," ungkap Ma'un menirukan cerita Mbok Sedep. Meski harus menjalani kehidupan yang sangat menantang, dan akrab dengan kemiskinan, Ma'un tetap bersemangat melanjutkan sekolah hingga SMP. Jika dibanding teman-teman sebayanya yang mampu secara ekonomi, prestasi bocah kerempeng itu patut diacungi jempol.

"Prestasi Ma'un patut dibanggakan, jika dibanding dengan beban hidup yang harus ditanggungnya. Dia meraih peringkat pertama di seluruh kelas 2 di sini," kata Rahmat Basuki, salah satu pengajar di SMP Nurul Huda, Desa Tegalrejo. Untunglah, beban hidup Ma'un ini dimengerti oleh yayasan pengelola sekolah tersebut. Seluruh biaya pendidikan digratiskan oleh sekolah milik Yayasan Nurul Huda tersebut.

Yayasan tersebut memang menggratiskan pendidikan bagi murid-murid yang berasal dari keluarga kurang mampu. Meski begitu, masyarakat setempat belum begitu menyadari akan pentingnya pendidikan. "Impitan ekonomi menjadi persoalan utama, mereka lebih memilih anaknya untuk membantu bekerja daripada sekolah meskipun tanpa biaya," ujar Thohirin, ketua Yayasan Nurul Huda.

Dibalik pembuatan Game "Assassin's Creed"


     Seri video game Assassin's Creed dari Ubisoft yang kini telah mencapai judul kelima (Assassin's Creed III) dikenal sebagai permainan yang menyajikan gameplay terbuka di tengah tempat-tempat historis yang tervisualisasi dengan indah.

Dalam seri game ini pemain menjelajahi lokasi-lokasi bersejarah, seperti kota Istanbul pada zaman Ottoman, Roma dalam masa Renaissance, serta Amerika Serikat sewaktu dilanda perang saudara. Semuanya ditampilkan dengan detail lingkungan dan arsitektur yang akurat sesuai era masing-masing.

Untuk mewujudkan itu semua diperlukan kerja keras yang tidak sedikit, mulai dari riset sejarah, kunjungan ke lokasi yang sesungguhnya, hingga proses pengembangan lingkungan dalam game. Nah, di sinilah Richard Wych Bharata Setiawan, seorang kelahiran Indonesia, memainkan peranannya.
ubisoft


Lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Trisakti ini menjabat sebagai Level Artist di studio besar Ubisoft di Montreal, Kanada.

Sebagai perancang lingkungan game, Richard terlibat dalam pembuatan sejumlah game dalam seri Assassin's Creed, termasuk Brotherhood dan Revelations yang merupakan ekspansi dari judul Assassin's Creed II. Dia juga turut menangani proses desain dalam seri game populer lain bikinan Ubisoft, yaitu Prince of Persia.

Dari lokal ke mancanegara

Richard tidak serta-merta melompat ke Kanada begitu lulus kuliah. Pria yang akan segera menikah dalam waktu dekat ini mengawali kariernya sebagai desainer grafis di Forhet pada 2005. Lebih kurang setahun kemudian, dia bergabung dengan Matahari Studios—sebuah pengembang game lokal—sebagai special effects artist.

"Kebetulan, saya lalu dapat informasi bahwa Ubisoft akan membuka studio di Asia Tenggara," ujar pria yang mengaku belajar mendesain obyek-obyek dalam game secara otodidak ini.
geekbox.net Salah satu setting lokasi di game Assassins Creed III


Jadilah Richard mengajukan lamaran sebagai special effects artist. Tetapi, posisi yang diinginkannya itu ternyata tidak tersedia. Richard lantas nyemplung sebagai level artist dan modeller di Ubisoft Singapura pada tahun 2008 silam. Dia adalah salah satu dari dua orang Indonesia yang tergabung dalam tim awal studio Ubisoft Singapura yang berjumlah 25 orang.

"Ketika itu ada kejadian lucu di mana saya diminta mengisi form pekerjaan. Saya diberikan laptop, tetapi keyboardnya menggunakan bahasa Perancis. Lama sekali saya mengisinya karena harus mencari huruf yang tepat satu per satu, ha-ha-ha," ujar Richard sambil tergelak ketika mengenang pengalamannya tersebut. Maklum, Ubisoft adalah perusahaan asal Perancis. Rupanya mereka lupa membawa peralatan yang cocok untuk kawasan Asia Tenggara.

Tiga tahun bekerja di Singapura, Richard lantas pindah ke studio utama Ubisoft di Montreal, Kanada, di mana dia bermukim hingga kini.

Pengalaman Richard menggunakan keyboard berbahasa Perancis berlanjut dalam bentuk yang berbeda di Montreal karena bahasa Perancis adalah bahasa utama di kota itu. Richard pun makin getol belajar bahasa Perancis. "Sekarang sudah tidak kaku lagi berbahasa Perancis meskipun masih harus banyak belajar," ujarnya.

Pekerjaan kolosal


Melihat tampilan dunia dalam seri game Assassin's Creed yang luas dan begitu mendetail, dapat dibayangkan bahwa pembuatnya pastilah bekerja keras untuk merealisasikan lingkungan game dari gambaran konsep yang ditetapkan sebelumnya.

Di studio Ubisoft, sebagian besar tanggung jawab ini berada di pundak art director yang memberikan arahan seputar rancangan game pada sejumlah sub-bagian, termasuk character design dan level designer yang menjadi atasan Richard.

"Kalau diumpamakan, level designer membuat 'mangkuk' lingkungan dunia game berikut 'level box' yang mewakili obyek-obyek dalam dunia game. Level artist seperti saya kemudian mewujudkan dunia itu sesuai arahan," jelas Richard mengenai bidang pekerjaannya.

Dari situ, Richard bersama tim level artist memikirkan kira-kira arsitektur seperti apa yang sesuai dengan setting game, lalu bekerja membuat obyek-obyek dan lingkungan dalam game berdasarkan referensi yang didapat berikut limitasi interaksi dalam game yang ditetapkan oleh programmer.

Kadang proses ini bisa membuat pusing tujuh keliling. Richard memberi contoh salah satu level dalam game Assassin's Creed: Brotherhood yang menampilkan reruntuhan Colosseum di Roma, Italia, lengkap dengan ruang-ruang bawah tanahnya.


gamesradar.com Colosseum dalam game Assassins Creed: Brotherhood


"Kami harus membuat Colosseum sesuai dengan keadaannya pada abad ke-15, tahun 1400-an, sementara gambar-gambar referensi yang tersedia hanya dari tahun 2000-an," ungkap Richard. Kendati demikian, nyatanya di tengah keterbatasan itu tim pengembang Ubisoft tetap berhasil memvisualisasikan desain Colosseum yang megah.

Ketika itu, Richard antara lain bertanggung jawab membuat setting dungeon atau ruang tahanan bawah tanah di Colosseum yang juga dipakai sebagai arena kejar-kejaran menggunakan kuda di dalam game. "Proses pembuatannya lama sekali, tapi ketika dimainkan dalam game, lima menit saja level-nya sudah lewat, ha-ha-ha," ucap Richard.

Dalam proses pembuatan game, Ubisoft menerapkan sistem milestone atau target pencapaian dalam kurun waktu tertentu. Jika sudah dekat waktu deadline, Richard kerap lembur demi merampungkan pekerjaan.

Tantangan dalam melakukan proses desain lingkungan game itu pun selalu mengalami eskalasi dari judul ke judul. Menurut Richard, ini karena Ubisoft selalu meminta rancangan yang lebih detail untuk game berikutnya. "Pengerjaan dari Assassin's Creed II ke Brotherhood lalu setelah itu ke Revelations, misalnya, selalu harus disertai dengan peningkatan kualitas sehingga kami harus bekerja lebih giat lagi."

Saat semuanya sudah selesai, dunia game kemudian digabungkan dengan bagian-bagian lainnya, seperti karakter game hasil rancangan character artist dan fashion designer yang juga dibuat berdasarkan referensi faktual.

Hasil karya Richard bisa dilihat di serangkaian judul game dalam seri populer ini, mulai dari Assassin's Creed II, Assassin's Creed: Brotherhood, Assassin's Creed: Revelations, hingga yang terbaru Assassin's Creed III, yang tersedia untuk platform PC dan konsol game, seperti Xbox 360 dan PlayStation 3.

Gerilya

Richard mengaku menikmati bekerja di studio terbesar Ubisoft di Montreal. "Suasananya cair, kekeluargaan. Semua karyawan, misalnya, makan siang bersama tanpa memandang posisi atau jabatan."

Meski begitu, pria yang mengaku suka main game untuk melihat-lihat desain lingkungannya dan mencari inspirasi ini masih menyempatkan diri pulang ke Tanah Air dengan memanfaatkan waktu senggang antarpembuatan judul game.

"Kebetulan, sekarang lagi in-between, jadi bisa pulang ke rumah," ujar Richard ketika ditemui KompasTekno di sela-sela gelaran Indocomtech 2012 di Jakarta, November lalu. Saat itu, seri game terbaru yang turut ditangani Richard, Assassin's Creed III, memang telah rampung dan baru dirilis ke pasaran.

Soal industri game di Indonesia, Richard mengatakan bahwa sebenarnya terdapat banyak talenta berbakat di Tanah Air. Hanya saja, menurut Richard, di samping belum adanya investor besar yang berani mendanai pembuatan game seperti Assassin's Creed, ada hal lain yang sedikit mengganjal kemajuan dunia game Nusantara dalam mengembangkan game berskala besar.

"Banyak yang bagus, tapi kebanyakan dari mereka bergerak seperti pejuang gerilya zaman kemerdekaan, yaitu terpisah-pisah antardaerah. Seandainya saja bisa disatukan, tentu bisa kuat sekali," ujar Richard.

Bagaimana dengan para rekan seprofesi yang memutuskan untuk mengadu nasib di negeri orang, seperti Richard sendiri? Menurut dia, hal tersebut berkaitan dengan besarnya penghargaan atas karya mereka yang bisa diperoleh di luar negeri.

"Namanya juga memenuhi kebutuhan hidup. Di Indonesia banyak talenta pembuat game berkualitas internasional, tapi penghasilannya kurang. Seandainya keadaan itu berubah, pasti semua yang bekerja di luar negeri akan pulang kampung dengan senang hati," tandasnya.



SUMBER

Kisah "Socmed" Indonesia Masuk Kurikulum Australia


Linimassa, sebuah film dokumenter yang diproduksi ICT Wath dan WatchDoc, telah resmi dimasukkan sebagai bahan ajar kurikulum Sekolah Menengah di Australia Barat.

Film tersebut menampilkan berbagai kisah pemanfaatan social media dalam masyarakat Indonesia. Terutama, peranannya dalam pemberdayaan masyarakat.

Film tersebut nantinya akan menjadi materi penunjang mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua (Indonesian: Second Language) di Senior Secondary School (setingkat SMA).

Selain pelajaran Bahasa, mata pelajaran itu juga menampilkan dinamika budaya Indonesia. Itulah mengapa Linimassa dianggap bisa memperkaya pemahaman siswa di Australia Barat mengenai Indonesia. 
Salah satu adegan di Linimassa 2, menampilkan praktisi internet Onno W. Purbo dan peneliti ICT Watch Donny B.U.


Linimassa sejauh ini telah diproduksi dua kali. Linimassa 1 (2011) dan Linimassa 2 (2012). Selain melalui keping DVD yang disebarkan antar komunitas, film ini juga bisa disaksikan lewat YouTube.

Linimassa memiliki lisensi Creative Commons, dengan rincian boleh digunakan, digandakan dan didistribusikan secara bebas dan gratis untuk keperluan edukasi (non-komersial).

Info lebih lengkap mengenai Linimassa bisa dilihat di situs Linimassa.org. Termasuk cara mendapatkannya secara gratis (untuk kegiatan nonton bareng atau diskusi).

 

Telur Paling Kuat Sejagat




Telur yang lazim dikenal manusia biasanya rentan dan mudah pecah. Tapi, rupanya ada telur yang bisa dibilang paling kuat sejagat, yaitu telur hewan golongan custacea,Eucypris virens, yang juga sering disebut udang biji.

Eucypris virens adalah spesies yang bisa hidup dalam dua fase, seksual dan aseksual. Keduanya punya bentuk yang berbeda. Spesies ini memiliki sperma yang berukuran raksasa, mencapai 1 cm. Dengan kata lain, sperma spesies ini lebih panjang dari tubuhnya sendiri.

Jochen Vandekerkhove, peneliti dari University of Gda?sk di Polandia menguji kekuatan telur tersebut dalam sebuah eksperimen. Telur tersebut dipaparkan dengan sekian tekanan yang berpotensi sangat merusak bagi telur-telur umumnya. Hasil eksperimen dipublikasikan di jurnal Freshwater Biology, Selasa (4/12/2012). 

Telur diantaranya disimpan pada suhu -72 derajat Celsius selama 3 minggu, dipaparkan pada radiasi ultraviolet B selama 10 jam, ditaruh dalam kondisi minim oksigen selama seminggu, dipaparkan pada empat macam enzim pencermaan, garam dan insektisida. Untuk pembanding, ada telur lain yang berada di kondisi normal.

Hasil eksperimen seperti diberitakan New Scientist, Kamis (6/12/2012) menunjukkan, hanya faktor sinar ultraviolet B yang memengaruhi telur Eucypris virens. Penetasan telur fase aseksual spesies itu sedikit melambat. Sementara, telur fase seksualnya tak terpengaruh.

Hingga saat ini, hewan yang bisa mengalahkan Eucypris virens adalah water bear, jenis invertebrata yang mampu bertahan di suhu di bawah -273 derajat Celsius dan tetap bertahan di lingkungan hampa antariksa. Eucypris virens mungkin juga harus dikirim ke angkasa.


sumber

Kurikulum Baru, UN SMA Diusulkan di Kelas XI


Perubahan kurikulum yang terjadi pada berbagai jenjang pendidikan ini bakal berdampak pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2014 nanti. Jika untuk pendidikan dasar kemungkinan UN akan dihapus, maka untuk pendidikan menengah pelaksanaan UN diusulkan dilakukan saat kelas XI.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad, mengatakan bahwa pelaksanaan UN dalam struktur kurikulum baru ini tengah dimatangkan. Ia tidak menampik adanya usulan penyelenggaraan UN pada kelas XI baik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Ada usulan UN tetap di akhir tahun atau di kelas XI. Jadi saat kelas XII, para siswa ini sudah disiapkan untuk masuk universitas," kata Hamid.

Untuk itu, ia menanggapi positif usulan terkait pelaksanaan UN tersebut. Menurutnya, jika pelaksanaan UN dimajukan setahun lebih awal maka para siswa yang duduk di kelas XII akan digodok dengan pemberian materi untuk persiapan masuk universitas sehingga konsentrasinya tidak terpecah antara UN dan ujian masuk perguruan tinggi.

"Kalau yang selama ini terjadi kan, anak belajar UN juga belajar untuk ujian masuk perguruan tinggi. Ini bukan anaknya saja yang stress kadang tapi orang tuanya juga," ujar Hamid.

Sementara untuk jenjang SMK, pelaksanaan UN pada kelas XI juga ditawarkan sehingga anak-anak ini dapat fokus pada ujian sertifikasi keahlian saat duduk di bangku kelas XII. Pasalnya, selama ini murid SMK juga harus mengalami tekanan lebih dalam menghadapi UN dan ujian sertifikasi keahlian.

"Tapi ini semua masih usulan. Nanti akan tergantung juga pada uji publik. Tapi kami tetap akan siapkan terkait UN apapun langkah yang diambil nanti," tandasnya


sumber 

Game 3D for Android 4.00 up


Setelah beberapa hari yang lalu saya share tentang Top 21 Games buat Android gak ada salah-nya untuk postingan kali ini saya share 5 Game Android yang memiliki grafik 3D Terbaik(HD).Pada dasarnya game-game Android itu memiliki definisi grafik 3D yang bagus . Tetapi diantara yang bagus biasanya pasti ada yang lebih bagus, dan tidak menutup kemungkinan sama 5 Game dibawah ini.

  •  Need for Speed Shift 
  • Backbreakers











  •  Monopoly
  •  The Sims 3 











  • Asphalt 6 
  • UNO HD

  • Lets Golf
  • HAWX
  • Krazy Kart Racing

  • Dungeon Hunter

Aplikasi "penyiksa" Android dan IOS




Bagaimana cara mengetahui apakah smartphone dengan prosesor quad-core yang baru dibeli benar-benar berjalan lebih kencang dibandingkan perangkat lama Anda?

Jawabannya adalah dengan menjalankannya pada kinerja maksimal alias "menyiksa" smartphone Anda dengan aplikasi benchmark (pengukuran).

Jenis aplikasi ini menjalankan serangkaian pengujian untuk mengukur kinerja perangkat ketika mengerjakan hal tertentu, misalnya untuk game atau browsing.

Rangkaian tes di aplikasi benchmark memiliki standar baku dan bisa direplikasi atau diulang tanpa variasi pada beban pengujian.

Hasil pengukurannya pun biasanya disajikan dalam satuan angka sehingga pengguna pun bukan hanya bisa mengetahui smartphone atau tablet mana yang lebih kencang, melainkan juga seberapa jauh perbedaannya.

Nah, dari sekian banyak yang tersedia di platform Android dan iOS, berikut ini beberapa software benchmark yang bisa digunakan untuk mengukur kinerja perangkat Anda, sebagaimana dilansir olehTechRadar:

1. Vellamo


vellamo-580-90
(Gambar: techradar.com)

Benchmark bikinan Qualcomm ini mengukur kinerja browsing melalui serangkaian pengujian berbasis HTML5.

Ada pula dua pengujian tambahan bernama "Metal" dan "Extras" yang masing-masing mengukur kinerja prosesor dan video streaming.

Diperlukan waktu agak lama untuk menyelesaikan seluruh rangkaian tes, tetapi hasilnya kemudian bisa dibandingkan dengan sejumlah perangkat Android lain yang ada dalam database Vellamo.

Software benchmark ini bisa diunduh secara gratis dari toko aplikasi Google Play.

2. AnTuTu


antutu-580-90
(Gambar: techradar.com)

AnTuTu adalah salah satu software benchmark Android yang paling banyak dipakai.

Ada beberapa aspek yang masuk dalam pengujian AnTuTu, di antaranya kinerja grafis 3D dan prosesor. Skor masing-masing pengujian kemudian digabungkan untuk memberi gambaran kinerja keseluruhan sebuah perangkat.

Pengguna pun bisa mengunggah skor perangkatnya untuk dibandingkan dengan perangkat-perangkat lain dari seluruh dunia, yang disusun berdasarkan peringkat kecepatan.
AnTuTu juga tersedia gratis dari Google Play Store.

3. Geekbench 2

geek-580-90
(Gambar: techradar.com)

Bagaimana cara membandingkan New iPad dengan Galaxy Note? Untuk itu diperlukan sebuahbenchmark yang bisa berjalan di kedua platform berbeda tersebut, seperti Geekbench.

Geekbench adalah software benchmark multi-platform yang bisa diperoleh dari Google Play Store danApple iTunes App Store.

Rangkaian pengujiannya mungkin terdengar rumit, tetapi hasilnya tetap mudah dicerna dengan skor berupa angka.

4. SunSpider


sunspider-580-90
(Gambar: techradar.com)

Satu lagi benchmark multi-platform yang bisa berjalan di Android dan iOS, serta platform lainnya yang memiliki browser web. SunSpider bisa diperoleh dari webkit.org. Pengguna bisa mengunjungi laman SunSpider melalui browser dan langsung melakukan benchmark.

Aplikasi benchmark ini mengukur kinerja JavaScript yang merupakan fondasi situs-situs dan browserinternet. Hasil pengukurannya disajikan dalam satuan waktu (milidetik). Semakin singkat waktunya, semakin tinggi performa sebuah perangkat.

SunSpider bisa pula dipakai untuk membandingkan kinerja beberapa browser yang berbeda dalam satu perangkat untuk melihat mana di antaranya yang paling kencang.

5. GLBenchmark

glbench-580-90
(Gambar: techradar.com)

Aplikasi benchmark populer dari Kishonti ini mengukur kinerja pengolahan grafis 3D sebuah perangkatAndroid atau iOS.

Yang perlu diingat saat menjalankan aplikasi ini, tiap perangkat memiliki resolusi layar yang berbeda-beda sehingga tidak dapat langsung dibandingkan.

New iPad, misalnya, bisa saja menghasilkan skor GLBenchmark yang lebih rendah dari iPad 2 karena memiliki Retina Display dengan tingkat resolusi jauh lebih tinggi dari pendahulunya itu.




SUMBER

Aplikasi Kamera di Ponsel Android


Android memiliki pilihan aplikasi untuk editing dan sharing foto. Namun manakah di antara ratusan aplikasi kamera, yang terbaik untuk dicoba? Jika Instagram terlalu mainstream, mungkin 12 aplikasi berikut ini bisa jadi alternatif selain Instagram.

Joshua Goldman, penulis yang mengkhususkan diri untuk membahas kamera digital dan camcorders untuk Cnet, memilihkan 12 aplikasi kamera untuk dicoba pengguna Android. Berikut penjelasannya :

1. Camera Zoom FX
1. Camera Zoom FX
Aplikasi berbayar ini bisa didownload seharga 2,99 dollar AS. Kamera ini mampu mengambil gambar dan mengedit dalam satu antar muka. Namun, jika tak ingin membayar untuk aplikasi, pengguna Android bisa mendownload aplikasi Camera360 yang tersedia gratis.

2. Little Photo

2. Little Photo
Aplikasi kamera ini gratis, namun pengguna harus membayar 3,85 dollar AS untuk menambahkan plug-in toolstambahan seperti croppingcontrastexposure, dan saturation.

3. Pudding Camera
3. Pudding Camera
Seperti kamera Retro Urban, aplikasi kamera yang gratis ini memberikan pilihan beragam tipe kamera yang bisa dipilih oleh pengguna Android. Tipe kamera juga bisa dikombinasikan dengan tipe film, sehingga hasil foto akan berbeda-beda.

4. BeFunky PhotoEditor

4. BeFunky Photo Editor
Bagi pengguna yang hanya menginginkan foto yang terlihat lebih baik dan solid, aplikasi ini tersedia gratis. Namun bagi yang ingin hasil fotonya lebih profesional, aplikasi ini menawarkan efek tambahan dengan membayar 3,99 dollar AS untuk mendapatkan versi Pro.

5. Aviary Photo Editor

5. Aviary Photo Editor
Aviary sebetulnya bukan aplikasi. Namun pengguna Android bisa memanfaatkannya sebagai aplikasi yang terpisah. Pengguna bisa mengecek keberadaan Aviary dengan membuka foto lalu tap foto ke ikon 'share' dan klik tulisan Aviary dalam daftar. Maka pengguna akan bisa mengedit foto menggunakan opsi editing yang ditawarkan Aviary ini. Untuk pengguna yang ingin menambahkan efek, Aviary juga menyediakannya seharga 1 dollar AS.

6. PicSay Pro
6. Picsay Pro
Dengan membayar 3,99 dollar AS, beragam pilihan editing akan muncul ketika ingin mengedit foto yang telah disimpan sebelumnya. Fitur-fitur seperti Adjust, Effect, atau Stickers, dilengkapi dengan preview kecil, membuat hasil editing tak akan mengecewakan.

7. AfterFocus
7. AfterFocus
Aplikasi ini mengandalkan kedalaman atau keakuratan foto. Aplikasi ini mampu mengubah latar belakang dengan blur, atau membuat objek lebih tajam dari background, seperti yang ditawarkan kamera profesional.

8. Paper Camera
8.Paper Camera
Aplikasi ini cukup unik karena memberikan fitur editing dengan tampilan antar muka yang mirip sketsa pada kertas biasa. Aplikasi ini bisa digunakan untuk mengedit foto maupun video. Meski tampilannya terlihat sederhana, namun hasil akhir editing dari aplikasi ini cukup baik.

9. Fast Burst Camera
9. Fast Burst Camera
Aplikasi ini mampu menangkap 30 frame per detik, sehingga hasil fotonya bisa seperti potongan-potongan rekaman video. Setiap foto yang diambil, akan memiliki belasan hingga puluhan frame yang bisa dipilih untuk menjadi satu rangkaian foto yang cantik.
Aplikasi ini gratis untuk versi Lite, namun berbayar seharga 3,99 dollar AS untuk menambahkan flash, focus, dan digital zoom serta bisa untuk mematikan suara shutter sound yang berisik.

10. Pro HDR Camera
10. Pro HDR Camera
Aplikasi HDR (high dynamic range) pada smartphone tidak selalu menghasilkan rentang yang dinamik pada subyek dengan kontras tinggi. Aplikasi HDR mampu menyeimbangkan hal itu dengan cara mengambil beberapa foto dengan exposure yang berbeda dan mengkombinasikannya dalam satu kali edit. Namun aplikasi ini tidak cocok digunakan untuk objek yang bergerak.

11. Imageotag
11. Imageotag
Aplikasi kamera ini mampu melakukan geotagging pada setiap foto dan merekamnya. Data yang ditanamkan termasuk dari GPS yang di-embed, lokasi, accelerometer, bearing, compass, light lux, magnetic field, pitch, proximity, roll, speed, temperature, dan data waktu.
Setiap kali mengambil gambar, kamera ini akan mendeteksi lokasi pengambilan gambar. Jika pengguna mengambil gambar dengan kamera lain, foto yang telah diambil bisa dimasukkan ke aplikasi ini lalu pengguna bisa melakukan tag pada foto tentang lokasi pengambilan gambar. Foto akan bersatu dengan foto lainnya yang lebih dulu terekam dalam aplikasi ini.


12. Photaf Panorama Pro
12. Photaf Panorama Pro
Aplikasi ini bagus digunakan untuk gambar yang bergerak karena mampu menangkap benda-benda yang bergerak di sekitar foto tunggal awal. Untuk pengguna ponsel layar sentuh, hanya dengan menggerakkan ponsel, aplikasi ini akan menangkap objek yang diinginkan dengan menekan fitur 'Stitch Images'.



Cara Mudah Upgrade OS Android Lama Menjadi Seperti Jelly Bean (4.1)


http://dailyjag.com/wp-content/uploads/2012/07/Android-4.1-Jelly-Bean.jpg

 Android versi Jelly Bean (4.1) merupakan sistem operasi Android terbaru yang baru-baru ini dirilis oleh Google. Berbagai modifikasi serta fitur-fitur baru banyak bermunculan pada versi ini. Bagi Anda yang memiliki device Android terbaru tentu tidak perlu merasa khawatir karena kemungkinan besar akan mendapatkan update dari vendor masing-masing. Namun hal tersebut tentu akan berbeda bagi Anda pemilik device Android keluaran terdahulu karena kecil kemungkinan akan mendapatkan update sistem operasi Jelly Bean (4.1).
Namun Anda tidak perlu merasa khawatir karena device Android lawas Anda pun tetap dapat merasakan lezatnya Jelly Bean dengan mengguakan beberapa aplikasi di bawah ini. Berikut AndroidKita akan mengulas cara upgrade OS Android menjadi seperti Jelly Bean untuk Anda.

Sebenarnya Jelly Bean tidak melakukan perubahan yang cukup signifikan terhadap launcher dari sistem operasi sebelumnya yaitu Ice Cream Sandwich. Namun apabila Anda menggunakan device Android yang berjalan pada sistem operasi Gingerbread ke bawah atau memiliki device Android Ice Cream Sandwich yang memakai launcher khusus seperti Touchwiz Samsung, maka Anda wajib menggunakan aplikasi Holo Launcher Replica besutan Mobint Software. Dengan aplikasi tersebut Anda dapat memiliki tampilan launcher yang serupa dengan yang terdapat pada Jelly Bean. Untuk mendapatkannya, aplikasi sebesar 1 MB ini dapat Anda download di sini.
Atau anda juga bisa langsung menggunakan Jelly Bean Launcher yang memliliki tampilan sama seperti Jelly Bean yang asli. Silakan download disini.

Sementara itu, untuk memiliki lockscreen yang serupa dengan Jelly Bean Anda dapat menggunakan aplikasi Holo Locker yang juga buatan Mobint Software. Untuk mendownload aplikasi 365 KB ini Anda hanya cukup mengarahkan browser Anda ke sini

Android Jelly Bean membuat sesuatu yang berbeda pada wallpaper mereka dibandingkan dengan Ice Cream Sandwich. Jelly Bean menghadirkan sebuah wallpaper yang sangat indah dengan cara memadukan warna-warna pelangi kedalam susunan yang sangat cantik. Selain itu, live wallpaper yang disediakan oleh Jelly Bean juga sangat memanjakan mata.
Untuk mendapatkan wallpaper Jelly Bean Anda hanya perlu megunduh aplikasi bernama Jelly Bean Wallpapers yang memiliki ukuran 5 MB. Aplikasi besutan kovdev ini dapat Anda peroleh di sini.
Sementara untuk mendapatkan live wallpaper Jelly Bean, Anda dapat menggunakan aplikasi bernama Jelly Bean Live Wallpaper yang dibuat oleh Wasabi. Aplikasi sebesar 1,4 MB ini dapat Anda Download di sini.

Untuk melengkapi tampilan Jelly Bean Anda, ada baiknya jika Anda juga mengganti status bar Anda dengan status bar yang lebih mirip dengan Jelly Bean. Oleh karena itu Anda harus mencoba aplikasi yang bernama Jelly Bean StatusBar. Aplikasi besutan Team Syndicate ini dapat mengubah tampilan Android Anda menjadi seperti Jelly Bean termasuk dengan berbagai pengaturan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Sebegai contoh Anda dapat mengatur ikon apa saja yang akan dimunculkan di status bar seperti wifi, GPS, Bluetooth, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda juga bisa mengatur aplikasi apa saja yang tidak akan Anda tampilkan disana. Aplikasi yang hanya memiliki ukuran sebesar 400 KB ini dapat Anda unduh secara gratis di sini.

Salah satu bagian yang mendapat perubahan cukup besar pada Jelly Bean adalah keyboard. Perubahan tersebut adalah ditambahkannya fitur text prediction yang lebih baik sehingga akan menghemat banyak waktu Anda ketika mengetik sebuah pesan. Untungnya, di Google Play Store terdapat sebuah aplikasi yang dapat memberikan Anda fitur yang sama seperti yang ditawarkan oleh Jelly Bean, yaitu aplikasi Jelly Bean Keyboard besutan johntanmi. Dengan aplikasi tersebut, keyboard yang sama seperti yang digunakan pada Jelly Bean akan tampil di device Android Anda.
Namun sayangnya, untuk sementara aplikasi ini hanya dapat digunakan oleh pengguna device Android yang memiliki sistem operasi Ice Cream Sandwich, sehingga pemilik device Android bersistem operasi lawas belum bisa menggunakannya. Anda dapat mengunduh aplikasi yang memiliki ukuran 5,5 MB ini dapat Anda download di sini.

Untuk menginstalnya Anda dapat mengikuti langkah-langkah yang telah disusun oleh seorang developer di sini.

Cara Mudah Dikejar- kejar Cewek

Dulu, pria identik dengan sosok yang mengejar perempuan. Tapi kini zaman sudah berubah. Ada perempuan yang tidak ragu-ragu untuk mengejar pria yang dia suka. Anda ingin termasuk pria yang dikejar perempuan? ikuti tips berikut :




1. Jangan Banyak Bicara

Bila Anda berada di sebuah pesta, cobalah tampil kalem dan misterius. Jangan terlalu banyak bicara yang tidak penting dan mengumbar omongan seperti ABG.

2. Misterius

Bila Anda bertemu seorang perempuan atau dikenalkan dengan perempuan yang menarik, jangan memulai membicarakan detail diri Anda. Apalagi membicarakan masa kecil Anda. Sekali lagi, bersikaplah misterius.

3. Melucu

Perempuan suka hal-hal yang lucu. Dia suka dibuat tertawa. Asahlah kemampuan melucu Anda, sekali Anda membuat dirinya tertawa, dia pasti ingin bertemu Anda lagi dan ingin mengenal lebih jauh. Tapi ingat humor yang benar-benar lucu, bukan yang garing.

4. Jual Mahal

Sekali-sekali sok jual mahal itu penting. Ini membuat dia penasaran. Caranya, jangan angkat cepat-cepat telepon dari si dia atau sekali-sekali jangan angkat teleponnya.

5. Perhatian

Perempuan suka diperhatikan. Tapi sebelum membelikan dia bunga, cobalah kirim pesan pendek seperti "aku sedang memikirkanmu" atau "seandainya kamu ada di sini", kata-kata itu menunjukkan bahwa kamu memikirkan dia.